
Stasiun televisi BBC Inggris belum lama ini menyiarkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Panorama mengenai pengaruh penggunaan jaringan nirkabel wireless fidelity (Wi-Fi) terhadap sisi kesehatan penggunanya.
Hasil penelitian tersebut mengundang banyak reaksi, bahkan tidak hanya di Inggris, tetapi di sejumlah penjuru dunia. Menurut hasil temuan Panorama dikatakan bahwa radiasi yang dipancarkan fasilitas Wi-Fi lebih tinggi dari pada radiasi yang dipancarkan oleh menara transmisi operator seluler.
Hasil tersebut berdasarkan hasil penelitian pada salah satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, dengan hasil pengukuran yang menunjukan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruangan kelas itu tiga kali lebih kuat dari pada intensitas radiasi dari menara telpon seluler.
Hasil penelusuran Panorama tersebut didukung oleh Prof. Olle Johansson dari Karolinska Institute di Swedia. "Pada pengguna sejumlah pengguna fasilitas Wi-Fi bisa ditemukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom yang berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya konsentrasi jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagaitipe kanker", ujar Olle.
Namun, hingga kini penelitian tersebut masih menjadi menjadi polemik di kalangan saintis, teknisi, maupun pengguna. Mereka umumnya menentang hasil penelitian Panorama, karena dianggap tidak berdasarkan konsep ilmiah dan cerita yang menakut-nakuti.
(PR)
Tue, 20 Oct 2009 @16:23wina.fatimah |
Wed, 21 Oct 2009 @09:15YADI |